22.14

anda termasuk pintar dalam akademis tapi belum dapat kerja ?

Diposkan oleh .:: universal blog herry potter's ::. |


Hallo saya akan membahas tentang kecerdasan mau tahu ngk ? kemarin bicara tentang SMSR ya SMK Negeri 9 Surakarta, bicara nya jadi ngelantur tetang kekerdasan IQ.

Nah Sekarang mau saya lanjut lagi, He he he he he !

Banyak orang selalu mempersoalkan kecerdasan. saya selalu dengar orang bilang “kenapa ya orang yang pinternya biasa biaya saja mudah cari kerja, sedangkan orang pinter sulit banget cari kerja” itu yang sering saya denger dan sering curhat pada saya. dia berkata seperti itu sebenarnya permasalahan itu yang sulit cari kerja adalah dia sendiri. ya saya beri suport dia agar sabar dan selalu berusaha. dan dia curhat ke saya untuk carikan kerja apa aja.

Nah ketahuan kan orang pandai dalam IQ belum tentu bisa cari kerja? karena kecerdasan bukan hanya di ukur dani nilai matematika atau bahasa inggris yang bagus saja kan !

Karena kecerdasan itu ada banyak tapi yang saya ketahui dan saya terapkan baru 3 tuh ! saya jelaskan ya ? mari kita bandingkan mana yang paling berpengaruh dari ke-3 kecerdasan tersebut :

  1. Kecerdasan IQ, itu kan yang selalu jadi tolak ukur kita He he he he ! ente salah. Masih ada 2 lagi. saya jelaskan tentang IQ dulu Oce ? IQ kelihatannya dari bhs inggris gitu deh IQ adl Intellegence Quotient. IQ (Intellegence Quotient) atau juga bisa disebut kecerdasan intelektual, inilah kecerdasan yang paling banyak di dengar oleh kita. IQ adalah kecerdasan yang dimiliki oleh otak manusia yang bisa melakukan beberapa kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan ini dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Kecerdasan inilah yang jadi ukuran sebagian besar orang untuk meraih kesuksesan, banyak orang berpikir, dengan IQ tinggi, seseorang bisa meraih masa depan yang cerah dalam hidupnya. Bahkan sistem pendidikan di negara kita inipun masih memandang bahwa IQ adalah modal dasar siswa atau mahasiswa untuk meraih keberhasilan. Padahal ada satu kecerdasan yang lebih berpengaruh dalam kesuksesan seseorang, yaitu EQ atau Emotional Quotient.
  2. Kecerdasan EQ atau Emosional Quotient. Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional. Dari nama teknik itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengangkat fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Ya inilah kecerdasan yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, Emotional Quotient atau EQ. Ada sebuah cerita yang saya kutip dari seseorang tentang kecerdsan emosi ini, ceritanya begini. Ada seorang pedagang dari Indonesia ingin menjual barang dagangannya kepada pedagang di Malaysia. Pedagang dari Indonesia ini membawa seorang asistent yang sangat pandai dan ber IQ tinggi dan telah meraih banyak gelar baik di depan namanya maupun dibelakang namanya, Dr, Ir, Mba, dan bla bla. Setelah tiba di Malaysia, pedagang dari Indonesia ini langsung melakukan pertemuan dengan calon pembeli dari malaysia yang juga kaya raya. Pertemuannya di lakukan di rumah si pembeli, setelah tiba disana, pedagang dari Indonesia ini mulai mengeluarkan ilmu-ilmu marketing yang dia miliki. Dia berbincang tentang segala sesuatu yang ada di dalam rumah tersebut. Karena di rumah itu banyak terdapat koleksi barang-barang antik yang harganya mahal. Si pemilik rumah sangat antusias dengan hal tersebut, jadi dia menunjukkan dan menjelaskan satu persatu semua koleksinya, setiap dia menjelaskan barang antik yang dia miliki, dia selalu bertanya pendapat dari orang Indonesia ini. Setiap ditanya, orang indonesia ini terus saja memuji koleksinya yang bagus, “Good.good..it’s great, it’s wonderfull. I like it”. tentu saja orang Malaysia ini senang koleksinya dipuji oleh orang lain, sedangkan pujian orang Indonesia ini punya tujuan lain, yaitu untuk memuluskan dia dalam menjual barang dagangannya. Itu mungkin salah satu ilmu marketing dia.

Kemudian orang Malaysia ini juga minta pendapat dari assistent orang Indonesia yang selalu mengikuti dari tadi tentang koleksi barang antiknya.Dengan IQ tinggi dan embel-embel gelar di depan dan juga belakang namanya, kemudian dia menjawab “Oh.. sangat bagus sekali, dan barang-barang seperti ini juga banyak terdapat di Indonesia, dan harganya juga murah-murah…”. Setelah mendengar pendapat dari si assisten, apa yang terjadi ?Orang Malaysia ini tersinggung dan akhirnya misi utama penjualan barang gagal total. jadi lebih baik kan, si orang indonesia itu menggunakan cara yang pertama tadi.

Inilah gunanya kecerdasan emosional, pandai dalam membaca perasaan orang lain. Jadi IQ saja tidak cukup untuk mengantarkan anda ke sebuah kesuksesan, anda harus punya EQ yang baik pula. Satu contoh lagi, ada 2 orang sahabat yang terjalin dengan baik. Namanya Harry dan Agus, Di masa SLTA satu meja dan tidak pernah terpisahkan selama 3 tahun. tidak pernah terjadi konflik, karena sudah tahu karakter dan watak masing-masing. Agus adalah orang yang lumayan pandai, dia matematikanya hebat dan dia menjadi kandidat menjadi peserta LKS Tingkat Provinsi waktu itu, walau Juara Nasionalnya kalah. Sedangkan Harry kepandaianya pas pas san, dia selalu belajar menimba ilmu dari Agus sahabatnya itu. Setelah lulus sekolah Agus bekerja di Instansi sebagai Karyawan, tak lama kemudia Agus Mendapat Beasiswa ke Surabaya. Otomatis posisi Agus menjadi karyawan Kosong, dan harus ada yang mengantikan posisi Agus. Agus berpikir, dia kan punya sahabat ? siapa lagi jika bukan Harry Potter’s yang ganteng. singkat cerita Harry menjadi karyawan di Intansi Hingga sekarang dan Agus melanjutkan Kuliahnya dengan bantuan beasiswa Dikmenjur di Surabaya hingga sekarang. Itulah manfaat Kecerdasan Emosi EQ. saya do’a kan semoga mereka kelak jadi orang yang sukses dunia akherat. Amin ya Robbal Alamin… !

Sampai disini, anda bisa menilai, seberapa besar IQ dan EQ yang anda miliki ?

Setelah kita memiliki IQ dan EQ yang tinggi, apakah itu sudah cukup ?Belum!!! Masih ada satu kecerdasan lagi yang bisa membuat kita hidup lebih bahagia, yaitu SQ atau Spiritual Quotient.

  1. Kecerdasan Sosial atau SQ ( Spiritual Quotient )

Danah Zohar, penggagas istilah teknis SQ (Kecerdasan Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’ ( Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2001).

Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi oleh kepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi ter-kavling-kavling sedemikian rupa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber – SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif.

Manusia yang memiliki SQ tinggi cenderung akan lebih bertahan hidup dari pada orang yang ber SQ rendah. Banyak kejadian-kejadian bunuh diri karena masalah yang sepele, mereka yang demikian itu tidak bisa memberi makna yang positif sari setiap kejadian yang mereka alami dengan kata lain SQ atau kecerdasan spiritual mereka sangat rendah.

Setiap orang tentunya memiliki seluruh potensi kecerdasan di atas, tentunya dengan kadar yang berbeda-beda satu sama lain. Kita harus menemukan dan menggali bagian yang khas dan istimewa dalam diri kita masing-masing, maka niscaya kita akan menghargai dan mengagumi betapa luar biasa Tuhan telah menciptakan masing-masing orang berbeda-beda, dengan kelebihannya masing-masing

Demikian tadi sedikit or banyak tentang kecerdasan IQ, EQ dan SQ ada tiga kan? anda koreksi diri anda termasuk dalam Golongan kecerdasan yang mana? dan jika baru No 1 kembangkan kecerdasan yang ke-2 dan yang ke-3.

Karena Jika orang cerdas dalam ke-3 hal tersubut insyaallah manusia tersebut hidup bahagia, damai, tentram, karena :

Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.

dan insyaallah mati pun kusnul khotimah, amin… !

Semoga bermanfaat

About me

Categories

Text

universal blog

Harry Potter's